Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2023

Maaf

  Di umur yang sudah tidak lagi muda ini, namun belum juga sampai di kepala 3, entah mengapa kini aku lebih santai dalam menjalani kehidupanku. Aku sudah tidak begitu memusingkan banyak hal. Aku lebih mudah menerima dan mencerna segala sesuatu yang terjadi di hidupku. Aku berprinsip bahwa jika ada orang yang memberikan kebaikan dan cintanya padaku, maka aku akan membalasnya sebesar satu juta kali lipat dari yang mereka berikan. Akan tetapi aku juga berprinsip bahwa jika ada orang yang menyakitiku, aku tidak akan membalasnya. Bagiku yang seorang introvert ini, lebih mudah memaafkan mereka, dan kemudian pergi meninggalkannya ketimbang repot-repot membalas kejahatan apa saja yang telah mereka lakukan padaku. Namun dari sekian banyak hal, ada satu hal yang sampai saat ini masih sulit kucerna. Mengapa jika ada orang yang meminta maaf padaku, aku malah menangis? Bukankah harusnya aku merasa lega, karena artinya mereka mengakui kesalahan mereka dan kemudian memohon pengampunan dariku? Tet...

Dunia paralel

  Jika memang benar ada dunia dan alam semesta paralel di luar sana, kemudian “kita” yang lain juga sedang hidup dan bernapas, maka di kehidupan yang lain itu, aku mohon dengan teramat sangat, jatuh cintalah juga padaku disana. Jatuh cintalah padaku seperti saat di dunia ini, di dunia yang sedang kita pijaki ini, di dunia yang bernama Bumi ini, di dunia yang sedang mengelilingi Matahari dalam garis edar tata surya. Jatuh cintalah padaku dengan setulus-tulusnya, karena aku yakin, “aku” yang disana juga akan jatuh lebih dalam kepadamu seperti aku yang berada di kehidupan ini. Aku selalu berharap, diriku yang berada di alam semesta paralel itu, bisa bertemu denganmu lebih cepat. Aku juga selalu berharap, “kau” yang berada di alam semesta paralel itu, bisa lebih cepat jatuh cinta padaku dan kemudian datang menghampiriku agar kita bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Jika ada “kita” yang lain, entah di Galaksi Andromeda, atau Galaksi Magellan, atau Galaksi Cartwheel, atau galak...

Mungkin

  Aku sering membayangkan kemungkinan apa saja yang akan terjadi dalam hidupku jika aku lebih mementingkan diri sendiri ketimbang orang lain. Contohnya... Aku membayangkan, jika di tahun 2019 kemarin aku menerima tawaran Beasiswa LPDP atau PMDSU dari dosenku, akan menjadi apa aku saat ini. Aku membayangkan, apa jadinya jika di tahun 2019 kemarin aku lebih mementingkan keinginanku sendiri ketimbang keinginan orang lain, yang nyatanya, saat ini bukan siapa-siapaku lagi. Aku membayangkan, bagaimana jadinya jika saja aku lebih mengikuti kata hati ketimbang omongan orang lain. Namun ternyata benar... yang hilang, akan diganti dengan yang lebih baik. Semua kesempatanku di tahun 2019 itu memang sudah hilang, namun andai aku mengambil semua itu di tahun 2019 kemarin, mungkin aku tidak akan ada disini. Dari berjuta kemungkinan yang bisa terjadi dalam hidup, hal yang kini aku alami merupakan hal yang paling aku syukuri. Aku bersyukur bisa bertemu dengannya disini, walaupun sebelumny...