Tidak Tahu Judulnya Apa
Sebelum membaca ini, lupakan sejenak tentang perjanjian suami dan istri di dalam pernikahan tentang hal keuangan, perihal pekerjaan, dan siapa yang bekerja. Beberapa waktu belakangan ini, saya sering terpikirkan suatu hal. Apabila seorang istri berpendidikan tinggi memilih menjadi ibu rumah tangga, sering kali ia dielu-elukan dan dipuji-puji. Namun apabila seorang istri berpendidikan tinggi memilih melanjutkan kariernya, orang-orang menganggap itu adalah hal biasa. Walapun keduanya tetap memiliki sisi "buruk" dan serba salah di mata orang-orang, seperti: " Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya menjadi ibu rumah tangga?" atau, "Ibu rumah tangga kok ngejar karier, suami dan anaknya tuh diurusin.." Tetapi tetap saja, saya merasa lebih banyak mendengar pujian tentang: "Keren banget sih dia, dia dulu S3 loh di luar negeri, tapi sekarang milih jadi ibu rumah tangga karena ingin mendedikasikan waktunya buat suami dan anak." daripada, ...