Berat

 


Siang itu, ketika jam istirahat di kantor, tiba-tiba aku terpikirkan untuk mencari sebuah momen lewat archive story di Instagram.
Aku melihat satu persatu, dimulai dari tanggal pertama aku membuat story.
Kemudian setelah menemukan momen yang aku cari, bukannya menutup kembali aplikasi Instagram, aku malah melanjutkan melihat momen-momen berikutnya.

Sampai pada akhirnya, aku berhenti di sebuah story.
Story menyakitkan yang aku post di close friend.
Story menyakitkan yang aku post setelah satu bulan aku menjalin hubungan dengan seseorang.
Aku menuliskan, "Dari sekian banyak orang, mengapa hubunganku berat sekali?"

Aku tahu dan aku sadar, sejak hari pertama menjalani hubungan, ini akan menjadi hubungan yang berat dan melelahkan.
Namun aku ingin mencoba berusaha.
Setidaknya, aku bisa tahu hasilnya apabila aku mencoba menjalaninya, bukan?
Rasa menyesal karena telah mencoba, tentu tidak akan sebesar rasa menyesal karena tidak mencoba.

Dan setelah menjalaninya selama kurang lebih lima tahun, aku tahu dan aku sadar.
Bahwa aku tidak sanggup lagi melanjutkan ini semua.
Aku lelah.
Aku menyerah.
Terimakasih untuk seluruh pelajaran berharganya.
Terimakasih karena sudah turut andil membuatku menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
Maaf untuk segala kekurangan dan kelebihan yang telah aku perbuat.
Mari kita melanjutkan perjalanan kita masing-masing, dengan orang yang kita cinta.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan Hati Seorang Ibu yang Bayinya Memilih Surga

Wanita, Perlukah Bekerja?