Ucapan Maaf dan Terimakasih, Perlukah?

Oke. Kali ini saya tidak akan menceritakan tentang pengalaman saya, namun di tulisan kali ini, saya ingin berbagi tentang opini dan pemikiran saya hehe.
Di zaman sekarang ini, masih pentingkah ucapan maaf dan terimakasih?
Entah mengapa, semakin saya dewasa, saya semakin jarang mendengar orang di sekeliling saya mengucapkan kata "maaf" dan "terimakasih". Bahkan, ada teman satu jurusan saya ketika menanyakan tugas kepada saya melalu aplikasi chat Line, dia tidak mengucapkan terimakasih ketika chatnya sudah saya balas dan ketika tugas saya sudah saya fotokan. Hanya diread saja. Oke..mungkin sebagian orang akan menganggap saya baperlah-namun, apakah itu saya memang benar-benar baper?
Menyebut kata baper, mengingatkan saya bahwa semenjak kata itu ada dan muncul -terbawa perasaan-, kata maaf semakin jarang diucapkan. Ketika seseorang sakit hati akan perkataan dan perlakuan orang lain, bukannya minta maaf, namun yang diucapkan "Ah elah, kamu baper doang itu kali. Enggak usah dimasukin hati lah.".
Kemudian saya menjadi teringat akan sesuatu. Ketika SMP dahulu, saya suka sekali pergi ke perpustakaan pusat di kota saya. Saya menemukan sebuah bacaan yang menarik, bahwa dua kata yang paling sulit diucapkan di dunia saat ini adalah kata "maaf" dan "terimakasih". Waktu itu umur saya masih belasan tahun, dan saya tidak mempercayai hal itu. Namun sekarang, ketika usia saya sudah memasuki kepala dua, saya benar-benar merasakan hal tersebut.



Jadi...jangan baper ya kalau misal ada orang yang menumpahkan minumannya ke bajumu. Jangan baper ya kalau misal kamu disenggol temanmu kemudian handphone-mu terjatuh. Jangan baper ya kalau misal temanmu tidak sengaja merusak bolpoinmu. Jangan baper ya kalau temanmu mengejekmu atau keluargamu. Itu kamu hanya baper.



Seperti itukah kehidupan bersosial kita di masa kini?


Dan, oh iya, kembali ke topik "terimakasih", mungkin sebagian orang akan menganggap saya baper dan gila terimakasih ketika saya menceritakan pengalaman saya tadi di atas. Sejujurnya saya tidak gila terimakasih kok, namun menghargai orang lain perlu kan 😄
Ucapkanlah terimakasih ketika ada yang menolong, ketika ada yang membantumu, ketika ada yang menjawab pertanyaanmu. Hargailah mereka selama mereka masih ada dan masih segan untuk membantumu. Nanti, kalo mereka hilang, malah mikir "kemana aja kamu pas aku butuh? kok hilang?". Eh giliran orangnya masih ada, malah enggak dihargai sama sekali. Hehehe. Kan sedih akutuh.

Dan jangan lupa, ucapkan maaf ketika kamu berbuat salah. Jangan menganggap orang lain mudah baper. Menurut saya, baper itu tidak ada kok. Namanya juga sakit hati, apakah orang yang sakit hati itu salah? Tidak kan.


Ayolah, mulai sekarang biasakan kembali ucapkan maaf ketika kamu salah dan terimakasih ketika sehabis meminta bantuan kepada orang lain. Tidak susah kan? Apa karena kamu gengsi? Yah, saya tidak tau lagi sih ketika permasalahan utamanya adalah gengsi hehe. Tapi, parah banget sih...

Semangat, semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih bisa menghargai orang lain yah😉



With love, Novi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berat

Tulisan Hati Seorang Ibu yang Bayinya Memilih Surga

Wanita, Perlukah Bekerja?