untuk kalian, yang menyandang gelar "Mahasiswa"



Tulisan ini saya dedikasikan untuk mahasiswa-mahasiswi yang sedang menuntut ilmu, dimanapun kalian berada.
Jadi begini, sebelumnya mari perkenalan dulu yah hehe karena tak kenal maka tak sayang bukan? Saya Novi Fadhilah Rahma, alumni S1 Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Angkatan 2015. Berarti sudah hampir empat tahun yang lalu, ketika saya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Universitas Brawijaya pada 1 September 2015.
Saya adalah salah satu orang yang beruntung karena bisa mengenyam pendidikan sampai di bangku kuliah. Tidak semua orang bisa merasakan apa yang saya rasakan- duduk di bangku kuliah, bertemu dengan profesor dan dosen, melakukan praktikum yang luar biasa melelahkan namun menyenangkan karena memiliki tantangan tersendiri- tentu hanya segilintir orang yang bisa merasakan itu semua. Dan saya merasa sangat bersyukur, karena saya termasuk di dalam “segelintir orang” tersebut.
Tiga setengah tahun sudah saya berada di jurusan ini ketika saya menulis tulisan ini. Tentu sudah banyak sekali hal-hal yang saya lalui, entah dalam segi akademik maupun non akademik. Menjadi mahasiswa baru, menjadi panitia Ospek (di Fakultas saya, biasa disebut dengan Program Pembinaan atau Probin), menjadi anggota kepanitian sub acara, menjadi ketua bidang, menjadi anggota Himpunan, menjadi asistan tugas besar, menjadi asisten tugas besar, menjadi adik termuda hingga sekarang menjadi kakak tertua dan senior, tentu masing-masing punya cerita tersendiri.
Yang ingin saya pesankan kepada siapapun yang membaca ini adalah: kurang-kurangilah mengomentari hidup orang lain, hehe. Saya ambil contoh saja, ada anak pandai di akademis, dikomentari. Ada anak rajin ikut kepanitiaan, dikomentari. Menurut saya itu adalah hal yang tidak perlu dilakukan. Biarkan mereka memilih jalan mereka sendiri, biarkan mereka berkembang dengan cara mereka sendiri. Kalau kalian merasa kurang di akademik, jangan sungkan untuk meminta bantuan pada mereka yang akademiknya lebih. Begitupun dengan yang akademiknya tinggi, jangan pelit-pelit kepada teman kalian yang meminta bantuan. Kalau punya ilmu dibagi, toh saya bersumpah, tidak ada ruginya membagi ilmu. Bukankah sudah banyak Hadits dan Ayat di Al-Quran yang menjelaskan tentang keutamaan berbagi ilmu?
Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.” (HR. Ar-Rabii’)”.
Sudah jelas bukan?

Teruntuk kalian yang merasa kurang di sisi kepanitiaan, jangan ragu untuk mencoba hal-hal baru. Mengikuti kepanitiaan dan organisasi sesungguhnya juga tidak merugikan sama sekali kok. Kalian jadi lebih kenal dengan mas, mbak, dan adiknya, bisa sharing­-sharing tentang banyak hal, juga berbagi tips dan trik menghadapi dunia perkuliahan. Dan bagi kalian yang sudah merasa aktif di bidang kepanitiaan maupun non akademis..jangan sekali-sekali meremehkan teman-teman kalian yang mungkin kurang aktif di bidang itu. Ajak mereka untuk bergabung dengan kalian, merasakan serunya dunia organisasi dan kepanitiaan. Kalau mereka tidak mau, yasudah. Itu pilihan mereka. Mungkin ketika mereka tidak bisa aktif di dunia kepanitiaan yang sedang kalian geluti, mereka sedang berusaha untuk menaikkan nilai mereka yang kurang. Mungkin ketika mereka tidak bisa aktif di dunia kepanitiaan yang sedang kalian geluti, mereka sedang kerja part-time untuk meringankan beban orang tua mereka. Mungkin ketika mereka tidak bisa aktif di dunia kepanitiaan yang sedang kalian geluti, mereka lebih aktif di Forda mereka untuk ikut memajukan daerah asal mereka dengan ilmu yang mereka miliki. Mungkin ketika mereka tidak bisa aktif di dunia kepanitiaan yang sedang kalian geluti, mereka sedang ikut kepanitiaan atau organisasi di luar kepanitiaan yang kalian ikuti. Siapa yang tahu kan?

Jadi kesimpulan yang ingin saya tekankan pada tulisan saya kali ini adalah, kurang-kurangilah mengomentari hidup orang lain. Bukan berarti ketika seseorang tidak sama dengan kalian, kalian berhak mengomentarinya, kan? Karena kalian tidak tahu apa yang sedang orang lain lakukan, apa yang sedang orang lain perjuangkan. Kalau ada teman yang kesulitan, dibantu. Kalau ada teman yang bertanya, dijawab. Kalau ada teman melakukan tindakan yang kurang baik, diingatkan. Mari kita menjadi manusia yang melakukan hal-hal kebaikan. Setuju kan?

Sudah ya, sekian tulisan saya kali ini. Semoga kita semua sukses dengan jalan kita masing-masing ya. Semangat J

With love, Novi Fadhilah Rahma.

(Artikel ini pernah saya kirimkan ke Majalah Jurusan saya, namun tidak dapat dipublikasikan karena tidak lolos sensor. Kemudian saya unggah di blog saya dengan beberapa revisi).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berat

Tulisan Hati Seorang Ibu yang Bayinya Memilih Surga

Wanita, Perlukah Bekerja?