Postingan

Tulisan Hati Seorang Ibu yang Bayinya Memilih Surga

Hari ini, tepat tiga minggu setelah aku melahirkan bayiku yang meninggal dunia di dalam kandungan, atau yang biasa disebut dengan IUFD (Intrauterine Fetal Death). Aku ingat betul bagaimana perasaanku ketika kontrol rutinan kemudian dokter tidak menemukan detak jantungnya, padahal seharusnya anakku sudah berusia enam bulan ketika kontrol kala itu. Aku ingat sekali bagaimana perasaan sakit tersebut, perasaan sakit yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata maupun tulisan, dan perasaan sakit tersebut menetap di hatiku hinggat saat ini. Bahkan ketika aku menulis ini, aku berharap ini semua adalah mimpi. Setiap bangun tidur, aku selalu berharap bahwa apa yang sudah aku lalui selama tiga minggu ini hanyalah mimpi, dan anakku masih bersamaku di dalam perut. Kemudian aku tersadar, bahwa ini semua nyata. Anakku sudah pergi, tidak ada lagi dirinya di dalam tubuhku. Aku berusaha kuat ketika berbincang dengan orang lain. Tetapi setiap malam.. aku melaluinya dengan penuh air mata. Aku merasa hari...

Rilis

Aku mengerti, konsep jodoh itu bermacam-macam.   Ada yang bilang jodoh itu cerminan diri, ada yang bilang jodoh itu datang untuk saling melengkapi, ada yang bilang jodoh itu datang untuk kita berbenah diri. Tapi dari semua pengertian di atas, menurutku intinya sama. Bahwa jodoh adalah seseorang yang Allah kirimkan untuk kita, dan dialah yang terbaik untuk kita. Terbaik dalam artian pas dan sesuai porsi dengan apa yang kita butuhkan. Terbaik untukku belum tentu terbaik untuk orang lain, begitu sebaliknya. Dan suamiku adalah orang terbaik yang Allah kirimkan untukku. Menurutku.. suamiku adalah orang yang benar-benar aku butuhkan. Semua hal yang ada pada dirinya adalah hal-hal yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan bahwa ternyata aku membutuhkannya. Berkat suamiku, aku mengerti bahwa  ada oran g yang tidak sedarah denganku, namun sangat mencintaiku dan menomorsatukan keselamatan serta kebutuhanku. Berkat suamiku, aku mengerti bahwa  ada oran g yang tidak ...

Maaf

  Di umur yang sudah tidak lagi muda ini, namun belum juga sampai di kepala 3, entah mengapa kini aku lebih santai dalam menjalani kehidupanku. Aku sudah tidak begitu memusingkan banyak hal. Aku lebih mudah menerima dan mencerna segala sesuatu yang terjadi di hidupku. Aku berprinsip bahwa jika ada orang yang memberikan kebaikan dan cintanya padaku, maka aku akan membalasnya sebesar satu juta kali lipat dari yang mereka berikan. Akan tetapi aku juga berprinsip bahwa jika ada orang yang menyakitiku, aku tidak akan membalasnya. Bagiku yang seorang introvert ini, lebih mudah memaafkan mereka, dan kemudian pergi meninggalkannya ketimbang repot-repot membalas kejahatan apa saja yang telah mereka lakukan padaku. Namun dari sekian banyak hal, ada satu hal yang sampai saat ini masih sulit kucerna. Mengapa jika ada orang yang meminta maaf padaku, aku malah menangis? Bukankah harusnya aku merasa lega, karena artinya mereka mengakui kesalahan mereka dan kemudian memohon pengampunan dariku? Tet...

Dunia paralel

  Jika memang benar ada dunia dan alam semesta paralel di luar sana, kemudian “kita” yang lain juga sedang hidup dan bernapas, maka di kehidupan yang lain itu, aku mohon dengan teramat sangat, jatuh cintalah juga padaku disana. Jatuh cintalah padaku seperti saat di dunia ini, di dunia yang sedang kita pijaki ini, di dunia yang bernama Bumi ini, di dunia yang sedang mengelilingi Matahari dalam garis edar tata surya. Jatuh cintalah padaku dengan setulus-tulusnya, karena aku yakin, “aku” yang disana juga akan jatuh lebih dalam kepadamu seperti aku yang berada di kehidupan ini. Aku selalu berharap, diriku yang berada di alam semesta paralel itu, bisa bertemu denganmu lebih cepat. Aku juga selalu berharap, “kau” yang berada di alam semesta paralel itu, bisa lebih cepat jatuh cinta padaku dan kemudian datang menghampiriku agar kita bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Jika ada “kita” yang lain, entah di Galaksi Andromeda, atau Galaksi Magellan, atau Galaksi Cartwheel, atau galak...

Mungkin

  Aku sering membayangkan kemungkinan apa saja yang akan terjadi dalam hidupku jika aku lebih mementingkan diri sendiri ketimbang orang lain. Contohnya... Aku membayangkan, jika di tahun 2019 kemarin aku menerima tawaran Beasiswa LPDP atau PMDSU dari dosenku, akan menjadi apa aku saat ini. Aku membayangkan, apa jadinya jika di tahun 2019 kemarin aku lebih mementingkan keinginanku sendiri ketimbang keinginan orang lain, yang nyatanya, saat ini bukan siapa-siapaku lagi. Aku membayangkan, bagaimana jadinya jika saja aku lebih mengikuti kata hati ketimbang omongan orang lain. Namun ternyata benar... yang hilang, akan diganti dengan yang lebih baik. Semua kesempatanku di tahun 2019 itu memang sudah hilang, namun andai aku mengambil semua itu di tahun 2019 kemarin, mungkin aku tidak akan ada disini. Dari berjuta kemungkinan yang bisa terjadi dalam hidup, hal yang kini aku alami merupakan hal yang paling aku syukuri. Aku bersyukur bisa bertemu dengannya disini, walaupun sebelumny...

24 jam dalam 7 hari

Banyak hal baik yang terjadi dalam hidupku dan aku bersyukur karenanya. Salah satu hal yang paling kusyukuri dalam hidupku adalah bertemu denganmu seorang. Merasakan jatuh cinta, bersemangat, dihargai, dan merasakan segala perasaan bahagia lainnya yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Hebatnya, setiap hari aku semakin dibuat jatuh cinta. Aku benar-benar ingin menjadi tempat terbaik untukmu di saat kau pulang. Aku ingin menjadi satu-satunya tempatmu bersandar. Aku ingin menjadi satu-satunya tempatmu bercerita dan berkeluh kesah. Aku ingin menjadi satu-satunya tempatmu menangis dan bahagia. Aku ingin menjadi seseorang yang berhak memastikan apa saja yang kau makan. Aku ingin menjadi satu-satunya orang yang bisa dimintai pendapat mengenai baju apa yang akan kau gunakan. Aku ingin menjadi seseorang yang berhak dimintai jawaban ketika sesuatu terjadi secara tidak terduga. Aku ingin mendengarkan suaramu setiap harinya. Aku ingin memandang wajahmu dan memelukmu di setiap kesem...

Suara

Bagian terberat ketika ditinggal pergi oleh seseorang yang kita sayang adalah.. kita harus tetap melanjutkan kehidupan. Apapun yang terjadi kita tetap harus melangkah, tanpanya. Mengambil napas, menghirup oksigen, berkedip, melihat lagi dunia tanpanya. Mendengarkan keramaian dunia tanpa suaranya. Bagian menyedihkan lainnya adalah, perlahan kita mulai melupakan suaranya. Alam bawah sadar kita seakan memaksa bahwa kita harus mengingat suaranya, namun nyatanya tak semudah itu otak kita bekerja. Memori-memori lama seakan tertumpuk dengan adanya kejadian yang baru dan hangat. Adakalanya kita hanya bisa mengandalkan jepretan foto dan perekam suara. Maka dari itu, aku akan selalu mengabadikan momen-momen berharga bersama orang-orang yang aku sayang. Karena aku mempunyai pengalaman menyedihkan. Perlahan aku mulai melupakan suara Ayahku yang telah tiada. Karena Ayahku pergi ketika teknologi belum semaju sekarang. Jadi aku hanya mempunyai fotonya saja, tidak dengan suaranya. Walau sudah 14 tahun...

from the bottom of my heart

Sebagai seorang anak sulung perempuan yang kehilangan sosok Ayah di usia dua belas tahun karena dipanggil oleh Allah, juga sebagai seorang anak kecil yang pada saat itu harus menerima kenyataan bahwa sang Ibu hanyalah ibu rumah tangga dan Alm. Ayah sama sekali tidak meninggalkan uang pensiunan tiap bulan, apalagi dengan warisan yang berlimpah, hidup di kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur sangatlah berat. Ya, setidaknya berat menurutku, karena kadar berat tiap orang sudah pasti berbeda. Hidupku berubah seratus delapan puluh derajat. Banyak sekali yang aku pikirkan dan rasakan. Aku ingin seperti teman-temanku yang bisa belajar dengan tenang. Sedangkan ketika aku belajar, aku harus memikirkan bagaimana caranya mendapatkan nilai yang bagus agar bisa mendapatkan pekerjaan yang halal dan layak untuk membantu perekonomian keluarga. Aku ingin seperti teman-temanku yang bisa ikut bimbingan belajar di luar sekolah. Sedangkan untuk makan sehari-hari saja Ibuku kesusahan, sehingga a...

Berat

  Siang itu, ketika jam istirahat di kantor, tiba-tiba aku terpikirkan untuk mencari sebuah momen lewat archive story di Instagram. Aku melihat satu persatu, dimulai dari tanggal pertama aku membuat story . Kemudian setelah menemukan momen yang aku cari, bukannya menutup kembali aplikasi Instagram, aku malah melanjutkan melihat momen-momen berikutnya. Sampai pada akhirnya, aku berhenti di sebuah story . Story menyakitkan yang aku post di close friend . Story menyakitkan yang aku post setelah satu bulan aku menjalin hubungan dengan seseorang. Aku menuliskan, " Dari sekian banyak orang, mengapa hubunganku berat sekali? " Aku tahu dan aku sadar, sejak hari pertama menjalani hubungan, ini akan menjadi hubungan yang berat dan melelahkan. Namun aku ingin mencoba berusaha. Setidaknya, aku bisa tahu hasilnya apabila aku mencoba menjalaninya, bukan? Rasa menyesal karena telah mencoba, tentu tidak akan sebesar rasa menyesal karena tidak mencoba . Dan setelah menjalanin...

Tentang Doa

Kalau berdoa kepada Allah, selain minta agar doanya dikabulkan oleh-Nya, jangan lupa berdoa tentang satu hal ini juga ya... Berdoalah meminta agar dilapangkan hati kita, agar diberikan keikhlasan dan kesabaran, apabila doa tersebut belum dikabulkan oleh Allah, atau bukan yang terbaik untuk kita, atau belum sesuai dengan Ketetapan-Nya.. Karena, berdoa itu mudah. Meminta kepada Allah itu mudah. Yang sulit adalah bagaimana kita ikhlas dan menjadi sabar... menanti semua petunjuk dan jawaban yang terbaik dari-Nya. Karena selama ini...aku hanya berdoa, meminta agar keinginanku dikabulkan. Tetapi tidak meminta agar dilapangkan hati ketika apa yang diminta belum sesuai dengan kehendak. Sehingga.. sedihnya luar biasa. Hehehe..

Tidak Tahu Judulnya Apa

Sebelum membaca ini, lupakan sejenak tentang perjanjian suami dan istri di dalam pernikahan tentang hal keuangan, perihal pekerjaan, dan siapa yang bekerja.  Beberapa waktu belakangan ini, saya sering terpikirkan suatu hal. Apabila seorang istri berpendidikan tinggi memilih menjadi ibu rumah tangga, sering kali ia dielu-elukan dan dipuji-puji. Namun apabila seorang istri berpendidikan tinggi memilih melanjutkan kariernya, orang-orang menganggap itu adalah hal biasa. Walapun keduanya tetap memiliki sisi "buruk" dan serba salah di mata orang-orang, seperti: " Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya menjadi ibu rumah tangga?" atau, "Ibu rumah tangga kok ngejar karier, suami dan anaknya tuh diurusin.." Tetapi tetap saja, saya merasa lebih banyak mendengar pujian tentang: "Keren banget sih dia, dia dulu S3 loh di luar negeri, tapi sekarang milih jadi ibu rumah tangga karena ingin mendedikasikan waktunya buat suami dan anak." daripada, ...

untuk kalian, yang menyandang gelar "Mahasiswa"

Tulisan ini saya dedikasikan untuk mahasiswa-mahasiswi yang sedang menuntut ilmu, dimanapun kalian berada. Jadi begini, sebelumnya mari perkenalan dulu yah hehe karena tak kenal maka tak sayang bukan? Saya Novi Fadhilah Rahma, alumni S1 Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Angkatan 2015. Berarti sudah hampir empat tahun yang lalu, ketika saya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Universitas Brawijaya pada 1 September 2015. Saya adalah salah satu orang yang beruntung karena bisa mengenyam pendidikan sampai di bangku kuliah. Tidak semua orang bisa merasakan apa yang saya rasakan- duduk di bangku kuliah, bertemu dengan profesor dan dosen, melakukan praktikum yang luar biasa melelahkan namun menyenangkan karena memiliki tantangan tersendiri- tentu hanya segilintir orang yang bisa merasakan itu semua. Dan saya merasa sangat bersyukur, karena saya termasuk di dalam “segelintir orang” tersebut. Tiga setengah tahun sudah saya berada di jurusan ini ketika...

Wanita, Perlukah Bekerja?

Beberapa hari yang lalu, saya melihat sebuah utas di sebuah media sosial yang membahas tentang alasan mengapa dia kontra dengan wanita karir yang masih bekerja ketika sudah berumahtangga. Alasannya, karena tidak sesuai dengan ajaran-ajaran Agama Islam. Katanya, kalau wanita karir yang bekerja di zaman ini sudah tidak bisa disamakan lagi dengan Khadijah, istri Rasulullah. Pada kala itu, Khadijah berdagang untuk umat Islam. Seluruh hasil berdagangnya digunakan untuk berjihad. Namun wanita karir masa kini, bekerja untuk dirinya sendiri. Kemudian, kata dia, itu salah. Oke, mari kita bahas. Ini saya tulis berdasarkan opini saya yah, setiap orang memiliki pemikirannya masing-masing bukan? Jadi, saya akan bahas berdasarkan sudut pandang dan pemikiran saya. Saat ini, saya berumur 21 tahun, dan saya adalah anak yatim yang memiliki ibu yang tidak pernah bekerja semenjak menikah. Saya akan membahas ini sebagai seorang anak yatim yang ibunya sama sekali tidak memiliki penghasilan, na...

Ucapan Maaf dan Terimakasih, Perlukah?

Oke. Kali ini saya tidak akan menceritakan tentang pengalaman saya, namun di tulisan kali ini, saya ingin berbagi tentang opini dan pemikiran saya hehe. Di zaman sekarang ini, masih pentingkah ucapan maaf dan terimakasih? Entah mengapa, semakin saya dewasa, saya semakin jarang mendengar orang di sekeliling saya mengucapkan kata "maaf" dan "terimakasih". Bahkan, ada teman satu jurusan saya ketika menanyakan tugas kepada saya melalu aplikasi chat Line, dia tidak mengucapkan terimakasih ketika chat nya sudah saya balas dan ketika tugas saya sudah saya fotokan. Hanya di read saja. Oke..mungkin sebagian orang akan menganggap saya baperlah-namun, apakah itu saya memang benar-benar baper? Menyebut kata baper, mengingatkan saya bahwa semenjak kata itu ada dan muncul -terbawa perasaan-, kata maaf semakin jarang diucapkan. Ketika seseorang sakit hati akan perkataan dan perlakuan orang lain, bukannya minta maaf, namun yang diucapkan " Ah elah, kamu baper doang itu ...
Halo semuaaaa. Lama tidak berjumpa hehe. Tulisan ini saya buat pada tanggal 17 Oktober 2018 di kamar saya, ketika saya sedang tidak bisa tidur padahal penyakit lambung saya sedang kumat-kumatnya hehe. Cuman ingin mengabari, bahwa blog ini aktif hehe. Setelah sekian lama saya lupa passwordnya..oke selamat menikmati :)

Halloooo!!!!!!!!

Gambar
Hallooooo!!!!! Assalamualaikum... Hehehe, udah lama banget rasanya semenjak terakhir aku buka blog ini. Terakhir buka sih kayaknya pas aku masih kelas 10.. Dan tau? Aku sekarang udah kelas 12. Hohoho. Udah mau 17 tahun, udah mau punya SIM, KTP, udah mau jadi maba. Wow, cepet ya. Gak kerasa sih, udah lama banget aku gak ngurus ini blog. Bukannya males, tapi lebih banyak gak sempetnya hehehe. Selain dulu di rumah gak ada wifi, aku ke warnet biasanya sih cuman ngerjain tuugas. Ya know lah, STETSA penuh dengan cobaan tugas yang tak tertahankan. Oh iya btw, ini hari pertama di rumah ada wifi loh hehehe. Makanya aku langsung download berbagai macam anime dan lagu dan film yang...buat internetnya jadi melambat. Dasar anak muda. Saya masih remaja normal kok :) Di kelas 12 ini, saya mencoba kerasan. Ya gimana ya, dari angkatan atas-atasku..dari kelas 11 ke kelas 12 nya sih gak pernah diacak. Dan gak tau kenapa, angkatanku dari kelas 11 ke kelas 12. SEDIIIH!!! KANGEN BANGET SAMA HEROES!! Ud...